http://mlbboards.com
Home » » Tips Latihan Dasar Bermain Drama

Tips Latihan Dasar Bermain Drama

Written By Aneka Artikel on Kamis, 07 Februari 2013 | 19.23

Drama adalah dua dunia, yaitu dunia naskah yang termasuk sastra dan dunia peran yang termasuk pementasan. Kolaborasi dan kerjasama seluruh elemen pementasan amat diperlukan demi keberlangsungan pementasan drama. Khusus untuk pemain/aktor drama hendaknya mampu memahami apa saja hal-hal yang perlu dieksplor dan dilatih sebelum akting dilakukan di atas pentas.

Berikut ini tips latihan dasar yang harus dilakukan oleh para pemain drama.

1. Kesadaran Alat Indera

Salah satu cara untuk menajamkan indera penglihatan, yaitu dapat melatihnya melalui cara melihat kontur /garis pinggir suatu benda. Cobalah Anda tuangkan air setetes ke taplak meja. Di sana akan terlihat kontur yang memberikan penegasan bagian yang basah itu. Indera pendengaran dapat dilatih mendengarkan suara paling lemah di tengah suara-suara keras. Latihan seperti ini sangat memerlukan konsentrasi. Kita dapat mencobanya dengan bantuan mata tertutup dan pemusatan kepada suara terlemah itu, maka yang paling sayup terdengar jelas. Indera pencecapan juga dapat dilatih dengan mencecap makanan dengan mata tertutup, atau menjilat kulit sendiri. Pada saat makan makanan itu, indera pengambuhan juga diaktifkan, demikian pula indera perabaan.

2. Improvisasi

Istilah ini dikenal dan menjadi populer karena Bengkel Teater pimpinan W.S. Rendra mengenalkannya sebagai salah satu metode latihan di awal tahun 1970-an. Adapun yang dimaksud dengan improvisasi adalah, pertama, menciptakan, merangkai, memainkan, menyajikan, sesuatu tanpa persiapan; kedua, menampilkan sesuatu dengan mendadak; dan ketiga, atau melakukan begitu saja (offhand). Tujuan melatihkan improvisasi adalah rangsangan spontanitas. Namun, spontanitas itu harus serasi dengan tuntutan seluruh sajian pementasan, dan tetap dapat dipertanggungja-wabkan.

3. Pernapasan

Perlu disadari bahwa kegiatan bernapas adalah proses menarik udara ke dalam paru-paru dan mengeluarkannya. Proses ini memungkinkan pergantian gas, yakni udara segar dan yang dari dalam darah. Darah menyerap oksigen dari udara melalui kegiatan haemoglobin di dalam sel-sel darah yang hidup dan membawanya ke seluruh tubuh manusia. Sesudah kegiatan menyerap oksigen berhenti, darah menyerap karbon dioksida yang dikeluarkan oleh jaringan-jaringan dan membawanya ke paru-paru untuk dihembus-kan keluar. Penguasaan pernapasan ini akan menjaga stabilnya suara, sekaligus memberikan kemungkinan kepa-danya untuk membuat suaranya lentur, sesuai dengan tuntutan perannya.   
4. Suara dan Cakapan

Suara dan cakapan adalah dua hal pokok yang harus digarap dengan suntuk, karena keduanya sangat menentu-kan suksesnya pementasan. Apa yang harus dicapai dalam latihan suara dan cakapan atau lazim disebut vokal adalah menyiapkan bagaimana dialog ucap. Perlu diingat bahwa dalam pementasan, berbeda dengan naskah tertulis, apa yang sudah diucapkan tidak dapat diulangi. Karena itu, vokal harus menarik dan jelas. Dijaga supaya tetap menarik dengan tujuan tetap memikat penonton mengikuti jalannya cerita; dijaga ucapannya yang jelas itu agar menarik dan juga dipahami.

5. Tubuh dan Gerakan

Tubuh dan gerakan para pemain drama hendaklah mampu menyesuaikan diri dengan peran yang dibawakannya. Hal ini karena sangat berhubungan dengan penghayatan. Pembawan tubuh dan gerakan hanya mampu dilakukan jika seorang aktor mampu berlatih dengan baik dan terus menerus mengasah diri.




Baca artikel terkait:

Bagikan artikel ini :
Posted by : www.aminudin.com
www.aminudin.com Updated at: 19.23

Baca Artikel Menarik Lainnya

Translate

 
Support : Site Map | About | Contact | Privacy Policy
Copyright © 2007. Aneka Artikel dan Informasi - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger